Sabtu, 10 Maret 2012

Pidato Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Saudara-saudara sekalian!
Saya telah meminta Anda untuk hadir di sini untuk menyaksikan peristiwa dalam sejarah kami yang paling penting.
Selama beberapa dekade kita, Rakyat Indonesia, telah berjuang untuk kebebasan negara kita-bahkan selama ratusan tahun!
Ada gelombang dalam tindakan kita untuk memenangkan kemerdekaan yang naik, dan ada yang jatuh, namun semangat kami masih ditetapkan dalam arah cita-cita kami.
Juga selama zaman Jepang usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak pernah berhenti. Pada zaman Jepang itu hanya muncul bahwa kita membungkuk pada mereka. Tetapi pada dasarnya, kita masih terus membangun kekuatan kita sendiri, kita masih percaya pada kekuatan kita sendiri.
Kini telah hadir saat ketika benar-benar kita mengambil nasib tindakan kita dan nasib negara kita ke tangan kita sendiri. Hanya suatu bangsa cukup berani untuk mengambil nasib ke dalam tangannya sendiri akan dapat berdiri dalam kekuatan.
Oleh karena semalam kami telah musyawarah dengan tokoh-tokoh Indonesia dari seluruh Indonesia. Bahwa pengumpulan deliberatif dengan suara bulat berpendapat bahwa sekarang telah datang waktu untuk mendeklarasikan kemerdekaan.
Saudara-saudara:
Bersama ini kami menyatakan solidaritas penentuan itu.
Dengarkan proklamasi kami:

PROKLAMASI
KAMI BANGSA INDONESIA DENGAN INI MENYATAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA. HAL-HAL YANG MENGENAI PEMINDAHAN KEKUASAAN DAN LAIN-LAIN DISELENGGARAKAN DENGAN CARA SAKSAMA DAN DALAM TEMPO YANG SESINGKAT-SINGKATNYA.
DJAKARTA, 17 Agustus 1945
ATAS NAMA BANGSA INDONESIA
SUKARNO-HATTA

Jadi, Saudara-saudara!
Kita sekarang sudah bebas!
Tidak ada lagi penjajahan yang mengikat negara kita dan bangsa kita!
Mulai saat ini kita membangun negara kita. Sebuah negara bebas, Negara Republik Indonesia-lamanya dan abadi independen. Semoga Tuhan memberkati dan membuat aman kemerdekaan kita ini!

Seven Social Sins

Seven Social Sins

Politics without principle
Weath without work
Pleasure without conscience
Knowledge without character
Commerce without morality
Science without humanity
Worship without sacrifice


Quoted by Mahatma Gandhi
in "Young India" 1925
Seven Social Sins

Mahatma Gandhi

"The main purpose of life is to live rightly, think rightly, act rightly."
"True morality consists not in following the well-beaten track, but in finding out the true path for ourselves and in fearlessly following it."

Sabtu, 03 Maret 2012

Anggota

Bara Dwi Augusta
Dian Citrawati
Dita Dwi Damayanti
Dwi Wulandari
Elita Yuni Setyarini
Erika Dwi Wijayanti
Fauzan Azim
Galih Armando
Hanief Auza'i Prasetyo
Henky Yoga Ari Pratama
Intan Eka Debora Silaban
Lazuardi Achmad Ramadhan
M. Ihsan Abyan
Nanda Annisa Fitri (ketua)
Putri Amara
Rifaldi Lutfi Fahmi
Rina Arjulina Nasution
Sabila Hadinnisa
Salsabilla Firdausi Surya
Sandie Agusta
Sherly Sintya Ratna
Sinji Prima Denata
Soraya Fitriyanti
Zakiyah Ainur Rahma

Jika ada kesalahan dalam penulisan nama, kami mohon maaf.

Jumat, 02 Maret 2012

How to download a book from Ministry of Education and Culture?

Anda dapat mengunduh salah satu Buku Sekolah Elektronik (BSE) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui alamat bse.kemdiknas.go.id 

Anda dapat bertanya kepada ketua kelas tentang username dan password.

The first posting

Are you part of VIII A in SMPN 4 Metro? If that's true, you can share something here, such as events, photos, videos, your experiences, etc.
If you can't, please contact our captain.